Sanghyang Siksa Kanda ng Karesian

Siksa Kanda ng Karesia (SSKK) merupakan suatu naskah peninggalan budaya Sunda kuno yang dijadikan rujukan dalam penelusuran kebudayaan dan sejarah Sunda. Tidak ada yang tahu siapa yang menulis naskah ini, namun diketahui bahwa naskah ini ditulis di Aksara Sunda kuno dan tahun penulisannya yakni, nora (0) catur (4) sagara (4) wulan (1), yang berarti tahun 1440 Saka atau 1518 M; serta diketahui pula bahwa naskah ini ditulis pada jaman Sri Baduga Maharaja, seorang penguasa Pajajaran.

Pada dasarnya isi naskah ini berupa ajaran moral umum untuk masyarakat pada masa itu. Sejaman dengan SSKK, Tome Pires orang Portugis yang mengunjungi Pajajaran pada tahun 1513-1515 menyebutkan bahwa keadaan di Pajajaran saat itu sudah ramai, karena sudah banyak rumah-rumah kayu yang kokoh dan beratap rumbia (banyak pemukiman). Menurut Tome Pires Pajajaran mempunyai enam pelabuhan (bandar) yaitu Bantan (Banten), Pomdam (Pontang), Cheguide (Cikande), Tangaram (Tangerang), Calapa (Kalapa) dan Chemano (Cimanuk) pelabuhan yang paling timur. Perdagangan di Pajajaran sudah maju, dengan barang dagangan seperti, kain, hasil pertanian, rempah-rempah, dan lain-lain. Bahkan persentuhan antar budaya pun sudah terjadi akibat perdagangan di pelabuhan yang sering di datangi oleh pedagang dari berbagai macam bangsa tersebut.

Transkripsi naskah SSKK dilakukan oleh Atja, dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-16 Universitas Pajajaran Bandung. Sekaligus merupakan hasil penelitian kembali naskah-naskah kuno dari Lembaga Kebudayaan Universitas Pajajaran.

Isi naskah SSKK bukanlah merupakan suatu kisah, seperti kisah Carita Ratu Pakuan, melainkan suatu petunjuk dan bimbingan hidup dalam kehidupan manusia di dunia untuk mencapai kebahagiaan (mapahayu) dan keunggulan. Yang memberikan petunjuk (warahakna) atau petuah adalah Sang Sadu, agar menjadi peringatan bagi semua orang. Hal tersebut, nampak pada kalimat permulaannya yang berbunyi : “Ndah nihan warahakna sang sadu, de sang mamaet hayu. Hana Sanghyang siksa kanda (ng) Karesian ngaranya; kayat-nakna wong sakabeh”.

Menurut Saleh Danasasmita, SSKK ditulis pada masa Pemerintahan Sri Baduga Maharaja (1482-1521). Sri baduga Maharaja adalah cucu dari Wastu Kancana, yang pernah tinggal di keraton Surawisesa di Kawali, sehingga dapat disimpulkan, ia mengetahui benar filsafat hidup jaman kakeknya. Menurut Saleh Danasasmita, bahwa dalam keropak 630 SSKK tersebut terdapat Nilai-nilai dan pandangan Hidup manusia Jawa Barat, yaitu :

  1. Mahayu dora sapuluh
  2. Mikukuh desa pribakti
  3. Pancaaksara guruning janma
  4. Mikukuh darma pitutur
  5. Ngawakan tapa di nagara
  6. Tri tangtu di nu reya
  7. Hirup cukup teu kaleuleuwihi
  8. Ulah pupujieun
  9. Ulah bohong, ulah maling, jeung pamali.

Sesuai dengan amanat pada prasasti Kawali yang dibuat oleh Wastu Kancana, bahwa secara ringkas kesejahteraan dan kejayaan negara harus melalui dua jalan UTAMA, yaitu :
MAGAWE RAHAYU dan MAGAWE KERTA.

Ringkasnya, SSKK adalah suatu naskah Sunda kuno yang digunakan sebagai panduan hidup yang berisi petunjuk dan bimbingan hidup dalam kehidupan manusia di dunia untuk mencapai kebahagiaan dan keunggulan. Hal-hal lain seperti siapa pencipta SSKK hingga kini masih belum diketahui secara pasti. SSKK pun bukanlah suatu naskah yang benar-benar diyakini sebagai panduan hidup orang Sunda. Namun karena tidak ditemukan lagi naskah yang lebih tua dan lebih bagus, maka SSKK dijadikan salah satu contoh naskah yang dijadikan panduan hidup oleh orang Sunda.

About these ads

Posted on Juni 15, 2011, in Sunda and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

riskiameliahanun

(najma achernar eridani)

inspirasi untuk toleran

Sebar toleransi, semai perdamaian

Gaya Hidup Kita

Bagaimana Hidup Memiliki Beragam Cara...

AHAO's Blog

Hal Kecil dan Terabaikan Bisa Dibikin Jadi Penting :-)

SunSky

Jalan-Jalan Langit

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Ukh dias's Blog

Allah itu dekat, sangat dekat jika kita semakin mendekat.

KEBAHAGIAAN HIDUP BUKAN SEKEDAR DARI AGAMA

Fiazku

Kecerdasan Manusia Bodoh

tagiyeh

seni dari islam untuk melembutkan hati orang-orang kafir

Sesejuk Embun

Menyampaikan Dengan Santun

ReNDezVoUs

the secret of friendship is concern, the secret of love is sacrifice, and the secret of life is God

Suwekaprabha Yoga

untuk memahami dunia dan kehidupan

Nur Bumi

Jiwa dan Motivasi Agama, Bukan Ritus Agama

Forum Sastra

Kata-kata bukanlah alat mengantarkan pengertian. Kata adalah pengertian itu sendiri.

Perpustakaan Online Satria

Terus, menuju kesempurnaan...

Ngelab?

pusing?

desisonia

cicakcicak dingdingding

Hello World!

Just another WordPress.com site

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 194 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: